Panduan Singkat Cara Budidaya Tanaman Belimbing

Panduan Singkat Cara Budidaya Tanaman Belimbing

Cara Budidaya Tanaman Belimbing – Tanaman belimbing merupakan tanaman tropis, yang artinya hanya hidup di daerah tropis. Ada dua jenis belimbing yang biasa dikenal, yaitu belimbing manis dan belimbing wuluh. Belimbing merupakan tanaman yang tidak sulit untuk dibudidayakan, mulai dari halaman belakang rumah, perkebunan, hingga dalam pot sekalipun.

Selain dapat dimakan sebagai buah, belimbing juga digunakan sebagai bahan perawatan dan terapi. Kandungan yang terdapat dalam buah belimbing dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat. Menanam pohon belimbing bisa dibilang sangat mudah, ini karena media tanam belimbing tidak butuh banyak sarat.

Syarat tanam

Pohon belimbing tidak memerlukan persaratan yang komplek untuk hidup. Namun ada beberapa hal yang harus diketahui sebelum menanam pohon belimbing.

  • Media tanam

Tanah paling baik yang digunakan untuk menanam belimbing adalah jenis tanah gembur dan mengandung banyak bahan organik. Lahan yang digunakan juga harus mempunyai kandungan air dan keasaman tanah antara 5,5-7,5. Tanaman belimbing lebih cocok dibudidayakan pada dataran rendah, maksimal 600 mdpl.

  • Iklim

Menanam pohon belimbing tidak dilakukan ditempat berangin kencang, karena bisa mengakibatkan rontoknya bunga dan buah belimbing. Curah hujan yang sedang akan membuat pohon belimbing berbuah lebih banyak, sedangkan surah hujan yang tinggu akan membuat buah belimbing rontok dan buahnya tidak terlalu manis. Tanaman belimbing akan hidup pada cuaca yang cenderung basah dan mendapat sinar matahari setidaknya 40%.

Cara Budidaya Tanaman Belimbing

Setelah mengetahui sarat tanam belimbing, langkah selanjutnya adalah mulai mencoba menanam pohon belimbing. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum budidaya tanaman belimbing.

  • Pembibitan

Bibit belimbing bisa dihasilkan dari proses generatif dan vegetatif. Bibit generatif adalah bibit yang dihasilkan biji buah, sedangkan bibit vegetatif adalah bibi yang dihasilkan dari tumbuhan. Bibit vegetatif lebih dianjurkan untuk digunakan karena daya tahan hidup yang tinggi dari pada bibit generatif.

  • Penanaman

Sebelum bibit belimbing ditanam, buat lubang kecil sedalam 50 cm. Setelah bibit ditanam, tutup kembali dengan tanah galian setelah dicampur dengan pupuk kompos dengan perbandingan 1:1.

  • Sistem penanaman

Penanaman belimbing idealnya harus berjarak 6×6 meter, ini dimaksudkan agar pertumbuhan pohon belimbing tidak terganggu satu sama lain. Juga, agar tanaman belimbing lebih leluasa berkembang dan pembagian unsur hara yang merata pada akar tanaman.

  • Lahan

Olah lahan yang akan digunakan untuk menanam bibit belimbing setidaknya 30 cm dari permukaan, hal ini berguna supaya akar belimbing lebih mudah mencari celah.

Pada saat pengolahan, campurkan dengan kompos setelah itu biarkan hingga 15 hari. Yang harus dipertimbangkan adalah ketersediaan air yang cukup.

  • Pemeliharaan

Penyiraman dilakukan dua kali dalam sehari, atau tergantung cuaca. Untuk pupuk, gunakan urea atau NPK dengan dosis 1 gram per-liter air setiap tiga bulan sekali.

Penyiangan juga perlu dilakukan untuk menjaga tanaman tetap produktif menghasilkan buah. Pencegahan hama dan penyakit dilakukan dengan menyemprotkan pestisida setiap dua minggu sekali.

  • Pemanenan

Buah belimbing mulai berbuah setelah umur empat tahun dan bisa dipanen hingga tiga kali dalam setahun. Waktu pemanenan buah belimbing ditentukan oleh faktor cuaca dan daerah. Di tempat yang beriklim basah, buah belimbing bisa dipanen sekitar 65-95 hari setelah keluarnya bunga.

Buah belimbing yang sudah siap dipanen ditandai dengan warna buah yang kekuning-kuningan. Dalam sekali panen, pohon belimbing bisa menghasilkan hingga 300 buah per-pohon. Buah yang dipetik juga harus bersama tangkainya untuk menghindari cepat busuk.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *